Jambi, VetOnews.
Masyarakat Jambi pada umumnya belum mengenal sepak terjang tokoh ini. Namun dikalangan para petani dan para pengusaha nasional yang menekuni bidang agribisnis maupun agroindustri, tokoh yang satu ini sudah pasti mengenalnya.
Pemilihan umum (pemilu) anggota legislatif tahun 2009, Pria yang bernama Ir. Ruly Tisna Yuliansa, ikut meramaikan bursa Caleg untuk kursi DPR-RI Senayan dengan menempati nomor urut satu di Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada daerah pemilihan Provinsi Jambi. |
|
Read more...
|
Pekanbaru, VetOnews.
Pemilihan Umum legislatif tidak lama lagi akan diselengarakan di negeri ini, dimana saat ini muncul berbagai Calon Legislatif (Caleg) dari berbagai partai baik muka lama maupun muka baru.
Diantara partai yang bakal meramaikan pesta Demokrasi di tahun 2009 nanti adalah Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA) dengan nomor Urut 1. Di Provinsi Riau sendiri Partai HANURA mengusung tidak lebih dari 40 orang kadernya untuk maju menjadi anggota dewan baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten.
Salah satunya adalah mantan Aktivis di era Soeharto, pendiri berbagai lembaga swadaya Masyarat di Riau, Wakil Ketua Organisasi Kepemudaan Dewan Pimpinan Daerah Hanura Provinsi Riau dan saat ini dirinya tercatat sebagai lima orang tokoh muda asal Kuantan Singingi yang berpengaruh dan mendapatkan tempat dihati rakyat. Dia adalah Aiden Yusti SPd.
Apa yang menjadi latar belakang pria yang dilahirkan di Taluk Kuantan, 26 Oktober 1974 ini, Mengapa dirinya memilih Partai Hanura sebagai penyaluran aspirasi polltiknya untuk membangun Riau.
Berikut petikan wawancara singkat wartawan vetonews.com Pekanbaru, Ade candra, dengan caleg no urut 1 untuk daerah pemilihan (Dapil) Inhu dan Kuansing.
Apa yang melatar-belakangi anda maju menjadi caleg DPRD Provinsi Riau Dapil Kuansing dan Inhu
Latar belakang pertama tentunya karena ada kesempatan dan saya dipercayai Partai Hanura untuk maju menjadi anggota DPRD Provinsi Riau dan kesempatan ini tentu tidak saya sia-siakan. Sebagai Putera asal Kuansing dan lama tinggal di Inhu saya (Aiden Yusti Spd) merasa terpanggil untuk meyuarakan hati nurani rakyat di dapil saya.
Saya lahir di Kuansing, namun saya besar di Inhu lebih separoh hidup saya dihabiskan di Daerah ini, jadi saya mengerti benar apa yang yang menjadi jeritan hati Nurani Rakyat di Dapil ini.
Saya Prihatin dengan nasib rakyat di Kuansing dan Inhu yang jauh dari sejahtera. Alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan APBN sangat kecil untuk dua daerah ini,sangat jauh dari berbagai daerah di Provinsi Riau. Tentu hal ini akan saya perjuangkan kalau saya dipercaya oleh masyarakat Kuansing dan Inhu untuk duduk di DPRD Provinsi Riau.
Namun selama ini wakil rakyat yang duduk di Parlemen dari dapil ini, tidak pernah memperjuangkan karena tidak ada proyek besar (Multiyears) yang mampir di Kuansing.
Oleh karena itu, untuk menyuarakan hati nurani rakyat kedua daerah ini, saya juga mendapat dorongan dari berbagai tokoh masyarakat, sahabat, keluarga karena sudah saatnya orang muda yang maju.
Kalau anda di percaya masyarakat daerah pemilihan dan duduk sebagai anggota dewan apa yang akan anda perbuat untuk mereka
Sebelum saya menjawab ini tentu kita harus pahami dulu apa tugas dan fungsi anggota dewan itu.
Saya sangat faham akan fungsi dan tugas anggota dewan itu, jadi nanti kalau saya duduk di DPRD Provinsi Riau saya tidak hanya sebagai penonton datang, duduk, diam dan terima duit.
Karena saya pernah memantau bagaimana kinerja DPRD Provinsi Riau pada periode 1999- 2004. Jadi apa tugas dan fungsi mereka secara pribadi saya pahami.
Menurut saya, ada tiga fungsi penting anggota dewan itu yaitu budgeting anggota dewan (legislatif) dan Pemerintah (Eksekutif) membuat plafond anggaran untuk daerah-daerah yang ada di Provinsi Riau ini.
Disanalah nanti saya akan memainkan peran sebagai wakil rakyat Kuansing dan Inhu untuk memperjuangkan Kue APBD maupun APBN, “Saya akan berjuang secara Optimal agar pembangunan di berbagai bidang di Kuansing dan Inhu dapat terlaksana,” ujarnya.
Kemudian fungsi Monitoring dimana anggota dewan berfungsi memonitor pengunaan anggaran tadi, apa sudah sesuai dengan aturan main atau tidak. Kemudian Fungsi Legislasi, dimana Angota Dewan membuat Peraturan Daerah yang benar-benar memihak rakyat.
Mengapa Anda Memilih Partai Hanura Sebagai Kendaraan Politik Anda
Saya akan menceritakan kronologis mengapa saya tertarik untuk bergabung di Hanura karena sebelumnya sudah banyak partai yang menawarkan saya untuk menjadi pengurusnya.
Saya melihat partai Hanura yang Ketuanya H Wiranto, SH mempunyai visi dan misi menyuarakan hati Nurani rakyat ini yang tidak ada di partai lain. Sesuai dengan motto kami, “Saatnya hati nurani berbicara”. Tentu ada latar belakang mengapa motto ini kami ketengahkan karena Partai Hanura ingin mendorong perubahan Fundamental di tanah air ini, masalah kemandirian bangsa, dan kesejahteraan rakyat.
Masalah itu memang terjadi, saat ini Bangsa Kita tidak mandiri, selalu diintervensi oleh bangsa asing dan rakyat indonesia memang jauh dari kata-kata sejahtrera dimana tingkat kemiskinan terus bertambah, angka pengangguran terus meningkat.
Jadi, inilah yang mendasari saya memilih partai Hanura sebagai kendaraan Politik saya “Alhamdulilah” saat ini saya dipercaya sebagai pengurus inti dan Wakil Ketua Organisasi Kepemudaan DPD Hanura Provinsi Riau dan saya dipercaya untuk maju di Pemilihan Legislatif dengan No urut 1 untuk daerah Kuansing dan Inhu.
Latar belakang anda kan Sarjana Pendidikan apa yang akan anda perjuang di bidang pendidikan untuk daerah pemilihan anda nanti
Kalau nanti saya terpilih sebagai wakil rakyat, saya akan perjuangkan anggaran yang lebih besar untuk desa karena tidak bisa di mungkiri kantong-kantong kemiskinan kita itu ada di pedesaan.
“Bagaimana mau memberdayakan masyarakat desa kalau anggaran untuk itu sangat minim, pembangunan infrastruktur masih terbatas, akses jalan tidak ada untuk mengangkut Sumber Daya Alam,” kata dia.
Menurut Aiden, masyarakat desa membutuhkan anggaran untuk meningkatkan Sumber Daya Manusianya sehingga nantinya tidak ada lagi masyakarat daerah pemilihan saya yang datang ke Pekanbaru untuk mencari pekerjaan Dibidang pendidikan.
“Latar belakang saya adalah Sarjana pendidikan, orang tua saya juga seorang guru dan saya sendiri berasal dari desa. Jadi saya memahami betul bagaimana kondisi desa di Inhu dan Kuansing itu, dimana masih banyak anak usia sekolah yang tidak dapat melanjutkan pendidikan karena tidak ada biaya,” paparnya.
Infrastruktur untuk menuju sekolah juga kurang memadai, banyak sekolah-sekolah yang sudah tidak layak di Inhu dan Kuansing itu disamping juga meningkatkan Sumber Daya manusia di bidang pendidikan.
Saat ini Inhu, sangat kekurangan guru sehingga banyak guru yang tugas rangkap dalam mengajar. Jelas hal ini akan memepangaruhi Output dibidang pendidikan di Inhu dan Kuansing.
“Saya rasa sudah saatnya pembangunan itu di mulai dari desa jangan hanya kota yang dibangun,” ujarnya.
Sudah sejauh mana Sosialisasi yang anda lakukan
Dalam massa kampanye yang panjang tentu saya perlu mengatur strategi, sebagai partai baru, orang baru dan mempunyai kemampuan finansial yang terbatas. Tentu, saya perlu bekerja keras bagaimana melakukan kampanye yang efektif mungkin kita bedah dengan partai-partai lain yang mempunyai kemampuan finansial berlebih.
Kita berusaha se-efektif mungkin walaupun cukup melelahkan. Saya akui tidak semua keinginan masyarakat daerah pemilihan saya yang dapat saya penuhi karena kemampuan financial saya yang terbatas, ada memang kekawatiran kita partai-partai yang sudah mapan memanfaatkan kemampuan financial mereka untuk menjegal caleg dari partai lain dan issue-issue itu sudah kita dengar.
Kami dari Partai Hanura memang dilarang untuk melakukan money Politic dalam kampanye karena ini sudah tidak sesuai dengan hati Nurani rakyat, jadi ini memang memerlukan pengawasan dari semua pihak.
Dukungan Keluarga terutama istri anda bagiamana terhadap keinginan anda untuk maju menjadi Caleg
Awalnya memang ada kekawatiran dari istri saya karena banyaknya pemberitaan dimedia cetak maupun elektronik tentang anggota dewan yang ditangkap karena kasus korupsi, namun setelah saya yakinkan bahwa saya tidak akan melakukan perbuatan yang melanggar hukum dan dia yakin bahwa saya tidak mungkin berbuat hal-hal yang melanggar hukum, dia mensuport penuh saya.
Aiden juga menceritakan bahwa dukungan tidak hanya datang dari Keluarga terdekat, namun sahabat yang lama tidak bertemu begitu melihat balehonya terpasang di Kuansing dan Inhu, langsung mendatangi orang tuanya di Kuansing dan memberi dukungan penuh.
“Dukungan dari Keluarga dekat,sahabat dan sanak famili membuat saya semakin mantap untuk maju menyuarakan hati nurani rakyat di Daerah pemilihan saya,” ujarnya.
Kalau anda terpilih apakah anda siap untuk tidak Korupsi Ini sebenarnya sudah komitmen saya dari awal Insya Allah saya siap untuk tidak korupsi kalau saya terpilih nanti, karena disamping Partai Kami melarang, Agama saya juga melarang ini.
“Insya Allah saya siap untuk tidak korupsi karena partai hanura memilih kadernya yang bersih dari korupsi disamping itu agama saya juga melarang,” ujar Aiden mengakhiri.
DAFTAR RIWAYAT HIDUP Alamat Rumah Sekarang Perumahan Garuda Permai
Blok M No.8, Jl. Garuda Sakti Simp. Panam Pekanbaru, Riau. Jalan Luar Irok, desa Koto Taluk, Taluk Kuantan Kec. Kuantan Tengah Kab. Kuantan Singingi. Email :
This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it
Telp. Rmh : (0760) 20967 HP : 08127602744 Telp./Fax kantor : (0761) 31509, 32716
Data Pribadi Nama : Aiden Yusti Tempat /Tgl. Lahir : Taluk Kuantan, 26 Oktober 1974 Agama : Islam Jenis Kelamin : Laki – Laki Status Perkawinan : Menikah Kebangsaan : Indonesia
Pendidikan : S2 Program Study Pembangunan Wilayah dan Pedesaan (PWD) Universitas Andalas (Telah Lulus Seminar Akhir / Tesis).
Pengalaman kerja :
2001-2002 : Kerjasama konsorsium beberapa NGO di Riau dengan Departemen Kehutanan dalam pendampingan masyarakat pada proyek Hutan Kemasyarakatan di desa Tanjung Kab. Kampar. 2003–2004 : Wakil Direktur Lembaga Pemberdayaan dan Aksi Demokrasi (LPAD). 2005–2007 : Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat di LPAD. 2007–2009 : Direktur LPAD. 2003–2005 : Presidium di Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari). 2005–2007 : Presidium periode ke 2 di Jikalahari. 2005-2006 : Tim Inti Transparency International Indonesia wilayah Riau. 2005-2006 : Kerjasama konsorsium P2KK Unri, Litbang FKPMR, Y. Bandar Serai dengan PT RAPP.
Pengalaman Organisasi : 1992-1993 : Ketua OSIS SMEAN Rengat Kab. Indragiri Hulu. 1992-1993 : Ka. Dewan Ambalan Pramuka Gudep 007-008 SMEAN Rengat Inhu. 1993-1994 : Ketua sangga Saka Wanabhakti Kab. Indragiri hulu. 1996-1997 : Sekretaris Umum Badan Pelaksana Harian Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi Universitas Riau (SMPT UNRI). 1996-1998 : Wasekjend. Pengurus Besar Ikatan Pemuda Melayu Riau. 1995-1998 : Sekretaris umum Kesatuan Mahasiswa Pelajar Indragiri Hulu. 1997-1998 : Ketua Bidang Umum SMPT UNRI. 2000-2001 : Anggota Dewan Penasehat Ikatan Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Seluruh Indonesia. 2000-2002 : Wakil Direktur Yayasan PenA Riau. 2001-2003 : Kord. Bidang data pada Tim Pusat Data Informasi dan Sosialisasi Badan Pekerja Kongres Rakyat Riau II. 2001-2004 : Ketua Umum Dewan Pimpinan Cabang HPPI Kabupaten Kuantan Singingi. 2003-2008 : Pengurus Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR). 2004-2008 : Kord. Pokja Resolusi konflik Forum Komunikasi Kehutanan Masyarakat (FKKM) Wilayah Riau. 2006-skrng : Sekretaris Umum Masyarakat Melayu Baru Indonesia (MABIN) Wilayah Riau. 2004-skrng : Pengurus (periode 2) Ikatan Keluarga Kuantan Singingi (IKKS) Pekanbaru dan sekitarnya. 2005-2008 : Pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) daerah Riau. 2004-skrng : Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Alumni Universitas Riau. 2004-skrng : Anggota Tim Litbang FKPMR. 2006–skrng : Penasehat Barisan Muda Intelektual Kabupaten Kuantan Singingi (BMIK).
Penugasan Oleh Partai : 1. Wakil Sekretaris DPD Partai Hati Nurani Rakyat Propinsi Riau (Tahun 2007). 2. Koordinator IT untuk penerbitan KTA Partai Hanura se Prop. Riau. 3. Utusan DPD Riau mengikuti Rapat Koordinasi Nasional Partai Hanura di hotel Sahid Jakarta (2007). 4. Koordinator tim DPD Partai Hanura Riau dalam mempersiapkan dan menghadapi verifikasi Dephumkam. 5. Kordinator Wilayah untuk DPC Partai Hanura Kabupaten Indragiri Hulu dan Kabupaten Kuantan Singingi. 6. Koordinator Cabang untuk DPC Kabupaten Kuantan Singingi. 7. Utusan DPD Partai Hanura Riau untuk mengikuti Rapat Pimpinan Nasional I di Hotel Centuri Senayan Jakarta. 8. Wakil Ketua OKK DPD Partai Hanura Propinsi Riau (2008). 9. Koordinator tim persiapan kelengkapan dokumen menghadapi verifikasi KPU. 10. Peserta Diklat TOT angkatan I Partai Hanura di Hotel Mercure Ancol Jakarta. (Predikat Kader Utama Partai). 11. Wakil Ketua Panitia Seleksi Bacaleg DPD Partai Hanura Propinsi Riau. 12. Tim Kampanye DPD Partai Hanura Riau. 13. Utusan DPD Riau pada Rakornas Partai Hanura I dan II di Jakarta. 14. Ketua Pelaksana Rakorda I Partai Hanura Riau. 15. Calon Legislatif Partai Hanura untuk DPRD Provinsi Riau no urut 1 daerah pemilihan Kabupaten Indragiri Hulu – Kabupaten Kuantan Singingi. |
Jakarta, VetOnews.
PERJALANAN hidup Haji Ahmad Effendi Rumalutur, mulai dari Seram Maluku Tengah, Papua, Sumatera, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi, Kalimantan, hingga Maluku Utara sebagai karyawan di sejumlah perusahaan kayu semenjak 1991 hinggga 2003, baru di daerah inilah Maluku Utara yang diakui lelaki kelahiran Ruta, Seram, 7 Agustus 1964 ini, sebagai satu-satunya daerah yang memberikan banyak pencerahan bagi dirinya di semua aspek kehidupannya.
Peraih gelar Sarjana Ekonomi Manajemen Perusahaan dari Universitas Darusssalam, Ambon pada 1999 ini termasuk salah seorang di Maluku Utara yang cukup vocal menyuarakan pentingnya triple vision yang disingkat M3 bagi kelangsungan hidup masyarakat daerah Kie Raha. Tiga M itu adalah: ?Mengenyangkan perut rakyat?, ?Menenangkan hati rakyat? dan ?Menenangkan pikiran rakyat?.
Keterlibatannya dalam menyuarakan M3 tersebut semakin bergelora ketika ia diangkat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Patriot Maluku Utara. Bagaimana pandangannya mengenai strategi mewujudkan M3 bagi masyarakat Maluku Utara dan apa komentarnya seputar pencalonan dirinya oleh partai Patriot dalam Pemilu Legislatif 2009 sebagai Anggota DPR RI daerah pemilihan Maluku Utara. ?Saya banyak berutang budi kepada masyarakat Maluku Utara. Kebutuhan hidup saya menjadi lengkap seperti sekarang, itu semua karena adanya bantuan dan dukungan masyarakat Maluku Utara?, tutur Rumalutur, pemilik PT Putra Putri Atamari, dan pemilik PT Maluku Kie Raha Bersaudara ini membuka perbincangan dalam wawancara singkat bersama Redaktur Khusus VetOnews.com, Luthfi Pattimura, beberapa hari lalu. Petikannya:
Anda seorang pengusaha sukses, dan kini caleg Anggota DPR RI Partai Patriot dapil Maluku Utara nomor urut satu. Apa yang mendorong anda langsung terjun ke politik?
Jadi begini. Pertama kali ingin saya kemukakan bahwa saya tidak pernah bermimpi kalau kehidupan saya nanti seperti begini. Saya terjun ke dunia politik, itu karena saya merasa berutang budi, sangat berutang budi kepada masyarakat Maluku Utara. Saya bukan putera daerah Maluku Utara. Tapi dibanding dengan perjalanan hidup saya yang sudah menyinggahi daerah-daerah lain, baru di Maluku Utara inilah kehidupan saya menjadi berubah. Saya mendapatkan segala-galanya bagi hidup saya, justru di daerah ini. Makanya, keberhasilan ini telah memotivasi saya untuk menjadi tanggung jawab moral agar ke depan akan membangun daerah ini melalui jalur politik.
Memang, ada stigma masyarakat bahwa dunian politik itu dia abu-abu. Tapi bagi saya stigma itu tidak masalah. Karena saya akan mempertemukan system manajemen yang selama ini saya terapkan di dalam dunia usaha, dengan kehidupan politik saya bersama teman-teman politisi yang ada di Maluku Utara.
Mempertemukkan manajemen usaha dalam kehidupan politik, maksudnya?
Kebersamaan. Saya ingin menerapkan menajemen kebersamaan di dalam membangun Maluku Utara ke depan. Kepada teman-teman yang ada di delapan kabupaten/kota di daerah Maluku Utara, kalian semua bagi saya adalah sebuah tanggung jawab moral yang tidak mungkin saya abaikan.
Lihat, ketika saya menolak tawaran dari sekitar empatbelas partai sebelum akhirnya saya memutuskan mimilih partai Patriot. Karena semua tawaran yang disodorkan partai-partai pada waktu itu tidak mengakomodir kepentingan teman-teman. Jadi sekali lagi, kepentingan saya bukan untuk pribadi, tetapi kebersamaan. 
Misalnya?
Pernah, ada salah satu partai yang memberikan rekomendasi kepada kami, tetapi sayangnya cuma enam dari delapan kabupaten/kota yang diakomudir. Yang tidak diakumudir waktu itu Halbar (Halmahera Barat), dan Halut (Halmahera Utara). Saya kemudian menolak. Tetapi di Patriot, karena partai ini mengakomudir kepentingan teman-teman di delapan kabupaten/kota daerah Maluku Utara.
Ada kecendungan pandangan masyarakat untuk lebih melihat partai yang sudah dikenal, dibanding partai baru. Seberapa besar peluang anda?
Pada prinsipnya, saya dan teman-teman khususnya di daerah pemilihan saya Maluku Utara tidak pernah melihat kelebihan atau kekurangan satu partai. Kami justru lebih mau melihat dimana kekurangan-kekurangan kami. Kami tidak melihat partai itu besar atau kecil. Masyarakat sudah tidak bodoh lagi, bukan? Yang penting, intinya, bagaimana kita bisa menggunakan partai. Betapapun sebuah partai dianggap kecil, tetapi kenyataannya partai yang bersangkutan selalu berhadapan langsung dengan persoalan-persoalan rakyat, selalu face to face dengan masyarakat, selalu door to door dengan masyarakat, maka Insya Allah partai itu akan dikenal.
Soal pemenangan nanti, strategi apa yang diterapkan?
Terus terang saja, kami dari partai Patriot Provinsi Maluku Utara tidak akan bermuluk-muluk. Tetapi wajar dong andaikata kami kemudian memasang target. Untuk itu, setiap kabupaten/kota kami harapkan bisa memiliki satu fraksi. Target demikian juga kami harpakan berlaku untuk provinsi, akan kami kejar secara maksimal. Indikatornya, sekarang bisa merujuk kepada hasil kerja kami. Kami selalu melakukan konsulidasi terus menerus ke bawah. Mulai dari tingkat provinsi, kabupaten, kecamatan hingga desa. Makanya kami selalu menggiring bola tetapi sekali lagi tidak ada yang muluk-muluk disini. Nah, andaikata masyarakat Maluku Utara sudah mempercayai partai Patriot sesuai target pemenangan yang kami tetapkan, maka tiga agenda kepekaan kami yang kami akui sebagai amanat sebagaimana disingkatan M3: ?Mengenyangkan perut rakyat?, ?Menenangkan hati rakyat? dan ?Menenangkan pikiran rakyat?, Insya Allah akan kami kawal karena menjadi bagian dari amanat dan kepercayaan masyarakat. |
Jambi, VetOnews.
Menjelang berakhirnya masa kepemimpinan Walikota Jambi Arifien Manap akhir Oktober 2008 mendatang, berbagai prestasi terus ditorehnya baik berskala daerah maupun nasional. Salah satunya adalah pemerintah Kota Jambi berhasil meraih penghargaan piala Wahana Tata Nugraha (WTN) untuk keenam kalinya berturut-turut sejak 2003 lalu.
Keberhasilan itu adalah untuk penilaian terbaik kategori kota tertib berlalu lintas tingkat nasional. Kota Jambi ikut dalam event itu adalah mewakili Provinsi Jambi dalam lomba tingkat nasional tahun 2008 yang diselenggarakan oleh Departemen Perhubungan RI setiap tahunnya.
Pemberian penghargaan piala WTN itu dilakukan oleh Wakil Presiden RI HM. Yusuf Kalla kepada Walikota Jambi Arifien Manap di istana wapres Jakarta, hari Kamis (21/2) lalu. Selain itu, pemberian ini merupakan pertama kalinya diberikan kepada pemkot Jambi untuk penilaian kota besar sejak ditetapkan wilayah geografis Kota Jambi sebagai kota besar sejak 2007 oleh pemerintah Pusat.
Prestasi untuk meraih piala WTN diperoleh Kota Jambi untuk kategori lomba kota sedang. Kota Jambi secara gemilang meraih piala ini untuk yang kelima kalinya berturut-turut sejak tahun 2003 hingga 2007.
Untuk mengetahui sejauhmana keberhasilan yang diraih pemkot Jambi, dalam hal ini Dinas Perhubungan Kota Jambi selaku instansi tekhnis yang bertanggung jawab untuk menata sistem transportasi perkotaan secara berkelanjutan dan handal dalam rangka mewujudkan pelayanan angkutan umum kepada masyarakat.
Minggu (4/5) kemarin, disela-sela kesibukannya yang sangat padat, Afrizal wartawan VetOnews Jambi telah melakukan wawancara dengan Kepala Dinas Perhubungan Kota Jambi Drs. Ec. H.?Madjani, MM dikediamannya yang asri di kawasan Pasir Putih, Kota Jambi.
Apa strategi anda dalam mempersiapkan ajang perlombaan bergengsi ini
Tidak ada strategi khusus untuk mengikuti lomba tertib lalu lintas angkutan jalan (LLAJ) ini. Kegiatan ini merupakan pelaksanaan keterpaduan program dari seluruh instansi terkait yang mengelola LLAJ dalam Kota Jambi. Dari sisi aspek keselamatan dan kelancaran lalu lintas, lebih ditingkatkan kegiatannya.
Landasan hukum apa yang di pakai sebagai panduan tertib lalu lintas
Sebagai dasar hukumnya adalah Peraturan Menteri Perhubungan RI No.13 tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Loma Tertib LLAJ. Dimana tujuan lomba tertib LLAJ adalah Pertama, membina pemda provinsi dan pemda kabupaten/kota dalam penyelengggaraan lalu lintas dan angkutan kota. Kedua, memfasilitasi pemda provinsi dan pemda?kabupaten/kota dalam meningkatkan tertib lalu lintas dan angkutan kota dalam rangka mewujudkan pelayanan angkutan umum sebagai pelayanan publik dan sistem transportasi perkotaan yang handal dan berkelanjutan. Ketiga, mendorong peran serta masyarakat dalam upaya meningkatkan disiplin berlalu lintas di jalan.
Selain Dinas Perhubungan Kota, menurut anda instansi mana saja yang mempunyai peran dalam sektor ini
Cukup banyak instansi terkait yang mengelola sektor LLAK (Lalu Lintas Angkutan Kota). Mereka adalah kantor Samsat. Ditlantas Polda Jambi. Dinas PU Kota Jambi. Dinas Tata Kota Jambi. Bappeda Kota Jambi. BPS Kota Jambi. Poltabes Jambi. PT (Persero) Asuransi Kecelakaan Jasa Raharja. Dinas Kimpraswil Provinsi Jambi. Kantor Pengelola Parkir Kota Jambi. Sekretariat Daerah Kota Jambi. Pihak swasta. Serta Asosiasi dan organisasi masyarakat.Semua intansi ini sangat berperan dalam kelancaran dan tertib lalu lintas.
Dalam mengikuti perlombaan ini, sejauhmana dukungan masyarakat kota maupun organisasi lainnya terhadap upaya anda
Peran serta masyarakat sangat berpengaruh dalam pelaksanaan dilapangan, seperti ketaatan mematuhi aturan marka dan rambu, serta di persimpangan. Pemakaian helm standar, baik si pengemudi dan penumpangnya sudah berjlan dengan baik. Begitu juga pemakaian sabuk keselamatan yang digunakan oleh si pengemudi dan penumpang disampingnya bagi pengendara mobil. Namun yang menjadi nilai tambah adalah pemakaian sabuk keselamatan yang dipakai oleh pengemudi angkot.
Bentuk peran serta masyarakat lainnya, adalah adanya peran serta swasta dalam membangun fasilitas keselamatan dan kelancaran lalu lintas, seperti pembangunan dan pemeliharaan halte, rambu RPPJ, dan sosialisasi keselamatan berlalu lintas di jalan dalam bentuk baliho, pawai, dan kegiatan lainnya.
Apakah ada kendala dan hambatan yang anda hadapi. Bagaimanakah cara anda mengatasinya
Tentu saja ada hambatan, misalnya mempertahankan pola perilaku masyarakat lalu lintas dalam berlaku tertib memerlukan waktu yang panjang. Karena dari hasil survey di lapangan, ada fluktuasi masyarakat tertib berlalu lintas, dan juga terjadi penurunan. Adapun cara mengatasinya adalah melalui sosialisasi dan penegakan disiplin. Namun kendala utama kegiatan tersebut adalah tidak cukup anggaran untuk melaksanakan program kegiatan di lapangan.
Bagaimana kiat anda selaku kepala dinas Perhubungan Kota Jambi dalam mempertahankan prestasi ini
Upaya-upaya yang dilakukan dalam lingkungan dishub adalah, memotivasi jajaran aparatur untuk tetap meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam menangani tugas. Saya tidak segan-segan untuk mengatur ketertiban pada saat aktivitas lalu lintas tinggi. Kegiatan lainnya adalah meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait, terutama Poltabes Jambi. Kami selalu bersama-sama berupaya agar tertib lalu lintas berjalan lancar.
Untuk kedepannya, apa target anda
Penghargaan piala WTN bukan merupakan tanda prestasi tinggi. Kami tidak akan berhenti disini, tapi kami akan berupaya lebih memotivasi bersama-sama dengan instansi dan masyarakat Jambi dalam mewujudkan transportasi yang handal dan terjangkau oleh masyarakat secara luas.
Bagaimana perasaan anda setelah memperoleh prestasi ini, dan apa yang akan dicapai Dinas Perhubungan Kota Jambi dalam rangka mewujudkan visi dan misi pemerintah Kota Jambi
Pada saat ini, kami merasa bangga. Karena penghargaan ini adalah milik masyarakat dan instansi pemerintah yang berada dalam wilayah Kota Jambi. Merekalah yang telah mencerminkan ketertiban berlalu lintas di jalan, dan diharapkan kondisi ini lebih memotivasi seluruh masyarakat dan instansi pemerintah untuk merubah perilaku dari tertib lalu lintas menjadi selamat berlalu lintas di jalan. |
Pangkalpinang, VetOnews. Pasca dilantiknya Gubernur terpilih Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Eko Maulana Ali menyisahkan harapan yang mendalam bagi warga produsen timah terbesar di Dunia itu. Memang, faktanya saat ini warga bumi serumpun sebalai harap cemas menanti terobosan yang brilian bagi kemakmuran rakyat kepulauan bangka belitung tanpa kecuali rakyat yang bermukim di daerah belitung timur. Untuk mengetahui sejauhmana harapan-harapan masyarakat belitung timur terhadap Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih. Wartawan VetOnews Tonny Budianto dan Didon Limau berkesempatan melakukan wawancara singkat dengan Bupati Belitung Timur, H. Khairul Efendi, B.Sc usai pelantikan Gubernur dan wakil Gubernur Babel di Hotel Bumi Asih pada tanggal 25 April 2007 yang lalu di Pangkalpinang Babel. Dengan telah dilantiknya gubernur baru di Babel, apa yang menjadi harapan Bupati Belitung Timur kedepan tentang propinsi ini. Ada beberapa point penting yang menjadi harapan kita bersama. Pertama, kita menghendaki agar perekonomian daerah bangkit kembali. Sebagai tolok ukurnya adalah pertumbuhan ekonomi rakyat sudah pasti harus lebih baik dari yang kemarin. Kedua, iklim dalam berusaha selalu kondusif. Maksud adanya rasa aman berusaha, tidak ada gejolak yang mengakibatkan terganggunya aktivitas usaha. Bila situasi aman dan terkendali sudah barang tentu semua kegiatan akan berjalan lancar, tenteram, damai dan sejahtera. Untuk mewujudkan itu, diperlukan kerja keras semua pihak dan hendaknya setiap ada kegiatan harus mempunyai konsep yang jelas serta hasil kedepannya juga harus nyata. Ketiga, masyarakat belitung timur juga menaruh harapan yang mendalam agar Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih melakukan terobosan-terobosan baru untuk bisa merubah pemikiran dengan pola-pola kerja yang baru. Kondisi saat ini sepertinya kita tetap jalan ditempat, masih memakai pola lama, cara kerja yang lama, dan paradigma yang lama. Kalau situasi dibiarkan terus, saya rasa sulit untuk bisa maju dan berkembang. Jadi kita memerlukan suatu terobosan baru, kalau kita ingin bangkit. Bagaimana komentar Anda soal membangun komunikasi dengan Kabupaten yang ada. Kita sebagai pemerintah daerah, juga sangat mengharapkan peran pemerintah provinsi untuk membangun hubungan lintas kabupaten lainnya yang ada di Babel. Saya rasa, gubernur sebagai tangan pemerintah pusat didaerah harus mempu melakukan hal itu. Gubernur juga harus bisa me-menej kabupaten-kabupaten ini agar bisa maju dan berkembang. Dengan tujuan untuk mempercepat jalan kegiatan pembangunan disegala sektor. Untuk mempercepat pembangunan didaerah dibutuhkan seorang leadership yang kuat, tegas, tegar, dan sabar menghadapi berbagai macam tantangan. Dalam menghadapi era globalisasi kedepan, kita harus berani dalam mengambil keputusan yang tepat. Dan tentunya disesuaikan dengan situasi, kondisi dan letak geografis dari daerah itu masing-masing dengan kekuatan dan kelemahan masing-masing daerah. Setiap Kabupaten itu punya kelemahan dan juga punya kekuatan. Kekuatan itu harus bisa dimanfaatkan dan diketahui oleh seorang gubernur. Misalnya Kabupaten Bangka, potensi dan kekuatannya apa yang ada disana, begitu juga dengan Kabupaten yang lainnya. Mereka ini mempunyai kekuatan dan kelemahan. Kekuatan inilah yang menjadi modal masing-masing daerah untuk bisa membangun, dan kelemahannya ditutup oleh daerah yang lain. Inilah tugas yang berat dari seorang gubernur yang terpilih. Apakah Anda punya saran agar program Gubernur dapat berjalan dengan baik dan lancar. Membangun Babel agar menjadi sukses tidak mudah. Terlebih dahulu, Gubernur harus mengetahui kekuatan dan kelemahan yang ada didaerahnya. Gubernur juga harus mampu mengkoordinir kekuatan dan kelemahan itu dengan memanfaatkan semua komponen yang ada di masyarakat, semua lini harus disatukan. Tidak bisa Eko Maulana Ali sendirian untuk membangun Babel seluas ini. Seorang Eko Maulana Ali tidak ada artinya. Sama ketika saya membangun Belitung Timur, dimana saya sudah katakan bahwa saya ini bukan superman, saya bukan orang pintar, saya hanya manusia biasa. Untuk membangun Belitung Timur, saya memerlukan orang lain. Seorang Eko Maulana Ali pun harus berbicara begitu, kalau ingin mendapat dukungan dari beberbagai macam komponen tadi. Misalnya, komponen masyarakat, tokoh politik, tokoh agama, tokoh adat, dan dunia usaha dan sebagainya. Gubernur harus membuka diri terhadap aspirasi yang berkembang dimasyarakat. Begitu juga bagi Bupati-bupati yang ada, mereka harus bisa memahami situasi dan kondisi daerah masing-masing. Satu daerah dengan daerah yang lain tidak sama, keinginan bupatinya satu dengan yang lainnya juga tidak sama. Keinginan-keinginan inilah harus diakomodir kemudian disatukan serta di sinergikan dengan keinginan pemerintah Provinsi. Jangan sampai terjadi Overlapping ( tumpang tindih ). Sebelumnya rapat koordinasi para Bupati jarang sekali dilakukan. Bagaimana tanggapan Anda. Rapat koordinasi itu penting karena koordinasi itu kan proses sebuah komunikasi, tanpa koordinasi tidak ada komunikasi. Kalau terjadi kebuntuan di komunikasikan segera. Mis komunikasi bisa mengakibatkan akan terjadi curiga mencurigai satu sama lainnya. Jadi koordinasi itu penting, karena komunikasi tadi adalah koordinasi. Wujud daripada komunikasi yang baik, koordinasi yang baik akan membuat segala sesuatunya akan menjadi jelas, terbuka tapi kalau memang tidak ada koordinasi, tidak ada komunikasi satu sama lainnya, akhirnya saya curiga daerah ini, akhirnya timbul saling curiga mencurigai dan ini akan menimbulkan suatu hambatan untuk membangun suatu daerah nanti. |
Jakarta, VetOnews. Sebentar lagi warga Kota Singkawang Provinsi Kalimantan Barat ( Kalbar ) akan melaksanakan pesta demokrasi yaitu pemilihan Walikota Singkawang. Sederatan nama beken telah mencuat dalam pilkada yang akan diselenggarakan pada Bulan November Tahun 2007 ini. Selain penguasa pemerintahaan sekarang ( In cumbent ), ada juga nama kandidat lain yang ikut menghiyasi bursa calon walikota itu.
Adalah Hasan Karman,SH. MM yang telah menyatakan kesiapannya sebagai Calon Walikota untuk bertarung dalam pesta demokrasi itu. Putra Asli Singkawang ini mempunyai garis keturunan etnis Tionghoa dari Ibu kelahiran Kabupaten Bengkayang dan, Hasan Karman juga sangat dikenal oleh warga Singkawang. Apalagi Bapak yang biasa disapa dengan sebutan Pak Hasan ini, boleh dikatakan berhasil dalam perantauan. Selain status sebagai pengacara, Calon Doktor bidang lingkungan ini juga aktiv di Partai Politik yaitu sebagai Bendahara Umum Partai Perhimpunan Indonesia Baru ( PIB ). Untuk mengetahui apa saja yang akan dilakukan Hasan Karman bila terpilih menjadi Walikota Singkawang, wartawan VetOnews Tonny Budianto berkesempatan melakukan wawancara di Bilangan Sunter Jakarta Utara beberapa waktu yang lalu. Berikut petikan laporannnya. Apa Motivasi Anda? untuk ikut mencalonkan diri menjadi Walikota Singkawang.
Sesungguhnya saya termotivasi dan terpanggil untuk membangun Kota Singkawang, karena saya lahir di Singkawang, dan Singkawang bagi saya kota tercinta. Oleh sebab itu, agar niat saya terwujud maka saya ikut mencalonkan diri menjadi Walikota Singkawang dalam pilkada November mendatang. Peluang itu sudah terbuka lebar. Kemudian saya juga sangat menyadari bahwa saya adalah warga Indonesia. Ketika reformasi bergulir di negeri tercinta ini, saya yang keturunan Tionghoa mempunyai kesadaran untuk ambil bagian dalam kancah pembangunan Bangsa ini. Sekarang perubahan itu terus berkembang sesuai dengan tuntutan masyarakat. Setelah saya pelajari dan mengakji secara mendalam, ternyata sudah waktunya saya tampil untuk berkiprah membangun bangsa ini terutama daerah saya yaitu Kota Singkawang. Mengapa Anda memilih jalur birokrasi untuk mengabdikan diri pada Kota Singkawang.
Begini, sejak saya merantau, saya selalu pulang ke Singkawang dan melihat apa yang bisa dibangun di Singkawang itu, pada waktu itu saya belum ada kesempatan. Orang Singkawang yang berhasil, kebanyakan hanya membentuk organisasi. Lalu organisasi itu hanya terbatas pada aktivitas sosial, gitu-gitu saja. Saya rasa itu tidak cukup, akhirnya saya berpikir untuk memilih jalur birokrasi menjadi eksekutif. Bila terpilih menjadi Walikota, saya akan bekerjasama dengan organisasi-organisasi yang kuat dan tentu saja Kota Singkawang dapat dibangun dengan baik. Kesadaran itulah membuat saya mau maju, disamping itu saya juga mempunyai bekal Ilmu yang cukup memadai. Saya menyelesaikan S1 bidang hukum di UI, saya juga S2 Megister Managemen dan sekarang saya sedang menyelesaikan S3 bidang Managemen Lingkungan di UNJ ( Universitas Negeri Jakarta ). Dengan latar pendidikan begini, saya ingin mengabdikan ilmu saya menjadi Walikota Singkawang. Sejauhmana Anda mengenal Kota Singkawang.
Untuk bisa menciptakan lapangan kerja yang luas di Kota Singkawang. Daerah itu tidak besar, luasnya lebih kurang 50.400 hektar, kurang lebih seperti Singapore, ketika Singapore belum direklamasi. Kota Singkawang sendiri terbagi atas lima Kecamatan, dengan jumlah penduduk tidak lebih 200.000 jiwa, dengan komposisi penduduk 60% etnis Tionghoa, 20% Melayu, 7-8% Dayak, Madura 10% dan sisanya adalah etnis lain-lain. Ini pluralisme yang ada di Singkawang, sangat kondusif bagi saya yang mempunyai latar belakang sebagai putera asli Singkawang untuk membangun kota ini. Jadi kalau saya bisa menciptakan lapangan kerja, memutar roda ekonomi Singkawang, maka orang tidak perlu lagi ribut-ribut soal amoi-amoi yang kawin ke Taiwan karena desakan ekonomi, akhirnya mereka pergi keluar Singkawang, sedangkan yang lain menjadi TKW/TKI karena tidak ada lapangan kerja. Di Singkawang itu peredaran uang kebanyakan dari luar, dari Jakarta, Taiwan dan dari Hongkong dikirim balik. Namun kenyataannya, uang yang beredar dari hasil perputaran itu sedikit sekali, inilah yang mau saya rubah. Apa Visi dan Misi Anda yang dapat diberikan ke masyarakat Kota Singkawang.
Kota Singkawang itu adalah suatu daerah yang unik, berada dipesisir laut, ada pantai dikelilingi gunung-gunung, bukit-bukit dan alamnya sangat cantik. Kota Singkawang juga dijuluki ?Kota Seribu Kelenteng?. Itu sangat potensial sebagai kota pariwisata. Bukan hal yang mustahil kalau itu kemudian dikembangkan menjadi kunjungan wisata, seperti Bali. Inilah salah satu visi dan misi yang dapat saya berikan pada Kota Singkawang. Kota ini juga merupakan daerah transit bagi warga Kabupaten Sambas dan ?Bengkayang. Jadi kalau orang Bengkayang sama Sambas mau ke Pontianak atau daerah lain, kebanyakan harus melalui Singkawang. Kota Seribu Kelengteng itu suatu pusat kota yang ramai. Waktu saya kecil, Singkawang menjadi idaman kaum muda-mudi sebab kota itu kota pelajar, jadi orang-orang dari daerah kirim anaknya sekolah di Singkawang, bisa jadi kota pelajar. Menurut survey, pemakai jasa lapangan terbang di Spadio, Pontianak, 60% adalah berasal dari daerah Singkawang, Bengkayang dan Sambas, kalau di Singkawang bisa dibangun suatu pelabuhan laut atau bandara, itu sangat terbuka sehingga Singkawang bisa kita kembangkan menjadi suatu kota yang luar biasa ramainnya, selain Pontianak. Beberapa hal yang saya masukkan dalam visi misi saya, terutama faktor ekonomi, pendidikan, kesehatan dan membuka lapangan kerja yang luas, sehingga nantinya jangan anak-anak mudanya setelah tamat SLTP harus melanjutkan keluar daerah, untuk mencari kerja sehingga Singkawang jadi kota tua, hanya orang tua saja yang tinggal. Berapa banyak perolehan PAD Kota Singkawang dan dari sektor apa saja.
Saya dengar dari teman wartawan, perolehan pendapatan asli daerah ( PAD ) Kota Singkawang lebih kurang sebesar Rp. 10 Milyar pertahun yang bersumber dari penarikan restribusi dan juga ada pemasukan dari usaha-usaha kecil lainnya. Pemasukan dari Sumber Daya Alam sendiri bagaimana.
SDA Singkawang tidak besar karena lahannya tidak banyak, sejak pemekaran yang terjadi beberapa tahun silam. Kota Singkawang menjadi Ibukota Kabupaten Sambas. Setelah Bengkayang menjadi Kabupaten, dan begitu juga Sambas, Singkawang menjadi kota tersendiri dengan penduduk kebanyakan pedagang di pusat kota. Saya rasa restribusi yang dihasilkan sedikit, kalau hanya berharap dari APBD sulit. Itulah sebabnya lapangan kerja harus segera diciptakan, sektor ekonominya harus ditingkatkan agar investor mau datang ke Singkawang. Begitu juga sektor pariwisata, sektor ini belum maksimal dikembangkan, padahal potensinya luar biasa. Contoh, perayaan Cap Go Meh. Perlehatan ini ramai sekali pengunjungnya, orang dan turis tumpah ruah dijalanan persis seperti perayaan karnaval di Brazil, tidak kalah dengan Ngaben di Bali. Tapi moment itu sampai sekarang tidak dikelola kearah yang bernilai ekonomis. Setiap Cap Go Meh, kita tidak punya souvenir atau barang-barang yang bisa dijual untuk dibawa pulang, hotel selalu penuh, sehingga turis harus menginap di Pontianak. Seharusnya sektor ini bisa menopang PAD. Seperti diketahui Kota Singkawang terletak dipinggir laut. Bagaimana Anda memanfaatkan kondisi ini.
Melihat geograpisnya, memang Kota Singkawang sangat indah. Diseluruh dunia hanya beberapa negara yang berhasil mengentaskan kemiskinan dari sektor perikanan laut. Bagi saya Kota Singkawang sangat strategis dan menpunyai nilai ekonomis yang tinggi. Saya juga mau kembangkan sektor ini agar nelayan kita tidak miskin lagi. Kita harus Bantu nelayan itu. Kita harus support mereka apalagi banyak sekali pendatang dari Serawak/ Sabah selalu lewat perbatasan membawa mobil yang ada coldstoragenya, mereka selalu beli udang lopster dan ikan dari Singkawang. Selama ini para nelayan jual ikan mentah-mentah, langkah ini sangat disayangkan padahal bila hasil tangkapan mereka dikelola dengan baik, tentunya pendapatan para nelayan akan meningkat. Apa konsep Anda untuk sektor perikanan ini.
Ada beberapa wilayah perikanan yang potensial dikembangkan, seperti daerah Sedau, daerah Kuala dan pesisir lainnya. Mereka sering kadangkala melakukan usahanya seperti pembuatan terasi dengan cara yang sangat tradisional, padahal di daerah Singkawang terkenal terasinya. Kalau nanti saya jadi Walikota dan diterima masyarakat, saya akan membantu mereka untuk membuat terasi yang lebih hygienis dan bisa dipasarkan lebih bagus. Mereka harus diberikan bantuan tehnis cara membuat terasi dan mereka juga perlu bantuan modal untuk mengembangan usahanya. Saya ingin nanti, kalau dinas tehnis agak kesulitan mengolah ini, bentuklah Perusahaan Daerah ( Perusda )? yang handal dan secara managemen professional. Kalau pihak swasta tidak mau investasi, perusahaan daerah yang akan membantu mereka, bina mereka, jika mereka punya kapal ada masalah, kita akan support, hasil tangkapan mereka, kita tampung. Jadi semua bisa dilakukan. Untuk sektor pariwisata di Singkawang, bagaimana Anda menggarapnya.
Pertama kali saya akan melakukan identifikasi daerah potensi pariwisata. Saya pribadi telah mengadakan ?Road Show? kedaerah-daerah pariwisata dan juga saya akan menjumpai pengusaha wisata, seperti Smilling Tour dan Anda Tour, tentunya yang besar dan sudah taraf internasional. Pengusaha lokal juga akan saya jumpai. Saya akan presentasikan kepada mereka dan mereka saya undang ke Singkawang untuk melihat pantai yang ada. Saya akan minta kepada mereka untuk mempromosikannya. Saya kira ini terobosan yang perlu dilakukan. Sebenarnya orang sudah punya satu ungkapan, kalau orang ke Kalbar tanpa mampir ke Singkawang, maka belum lengkap. Apalagi jelang Cap Go Meh, tidak ada stasiun TV swasta yang tidak menayangkan Cap Go Meh di Singkawang, tapi mereka tidak menkemas moment ini dengan baik agar bisa dijual. Bila moment ini dapat dipromosikan keluar, katakan dengan ?Visit Singkawang Year? terus ada investor mau membangun bandara yang dapat didarati minimal oleh pesawat Fokker 28, saya optimis Kota Singkawang akan terkenal diseluruh dunia dan ekonomi masyarakatnya pun akan sejahtera. Tentunya didukung oleh masyarakat Kota Singkawang sudah mapan, Kotanya sangat bersih, ?dan warganya sangat ramah. Orang Singkawang pasti makmur. Kita akan ciptakan itu nanti. Saya juga akan melakukan studi banding ke Bali untuk mempelajari sektor pariwisata ini, peran agen-agen pemasaran juga sangat penting untuk bisa mempromosikan tentang pariwisata Singkawang. Saya pernah ke Kucing atau tempat lain, ternyata yang mereka tawarkan adalah tempat ibadah kelenteng itu. Ada berapa pantai di Singkawang.
Pantai ada satu, tapi ini panjang dan itu disebut Pasir Panjang, dimana pasirnya sangat putih dan batu-batunya alami, ada air tawar. Selesai kita mandi di laut, terus bisa mandi di air tawar dan tak jauh dari situ ada pulau-pulau yang bisa dikunjungi. Kalau potensi tourisem itu sudah bangkit, baru kita kelola itu dengan saling sinergi. |
Jakarta, VetOnews. Persoalan serikat pekerja memang menjadi bahasan menarik semua kalangan tanpa kecuali bagi Board Of Directors ( BOD ) PT. Jamsostek ( Persero ). Sepak terjang serikat pekerja ini, kadangkala dirasakan sangat pahit oleh beberapa petinggi dari perusahaan jaminan sosial yang dimiliki oleh pemerintah ini. Sebut saja mulai era kepemimpinan Achmad Junaidi hingga Iwan P Pontjowinoto, berhenti ditengah jalan akibat dominannya suara lantang yang dilakukan oleh lembaga ini.
Persoalan yang terjadi dilapangan, runtuhnya kepemimpinan kedua top manajement tersebut diatas terjadi karena kurang klopnya hubungan antara serikat pekerja dengan direksi, terutama dalam hal hak dan kewajiban serikat pekerja. Selanjutnya ketidak harmonisannya hubungan kedua lembaga ini, terus melebar kemana-mana dan diakhiri dengan lengsernya jajaran direksi yang dipimpin kedua pejabat itu. Dari dana kelolaan yang cukup besar yaitu Rp. 49 triliun, perusahaan plat merah ini mempunyai arti tersendiri bagi banyak kepentingan semua pihak. Selain itu, perusahaan ini juga memang unik. Beberapa pengalaman berharga telah menoreh tinta emas dalam perjalanan board of director ( BOD ) PT. Jamsostek ( Persero ). Disinggung soal sejauhmana kiat direksi baru PT. Jamsostek dalam hal menjalin hubungan yang harmonis dengan serikat pekerja. Direktur Umum dan Sumber Daya Manusia PT. Jamsostek ( Persero ) Rahmani Hasdiani menilai, dalam perusahaan yang sehat peranan serikat pekerja sangat penting dan sangat sensitife sekali, ?namun demikian bila hubungan itu terjalin dengan baik dan para pihak sepakat menjalan tugas pokok dan fungsinya sesuai dengan domainnya masing-masing, saya yakin roda perusahaan akan berjalan lancar,? tegas Alumnus S2 dari University of Colorado at Denver Amerika ini kepada VetOnews ketika ditemui diruang kerjanya, Minggu lalu di Jakarta. Berikut petikan percakapan singkat dengan mantan kepala biro PT. Jamsostek ini.
Bagaimana Anda melihat perjalanan direksi yang lalu begitu cepat.
Saya tidak bisa menilai ini, tapi kalau menurut kantor kementerian Negara BUMN memang melihat adanya kurang harmonis ( dis harmonis, red ) antara jajaran direksi dengan serikat pekerja. Apakah lengsernya Direksi yang lalu atas desakan Serikat Pekerja ini.
Saya tidak mengatakan seperti itu. Kalau terjadinya ketidak harmonisan, kita sepakat menerima itu. Jadi saya tidak bisa seperti bapak katakan lengsernya Direksi lalu atas desakan serikat pekerja. Karena kalau memang dari disharmoni, sebagai pihak pekerja kita menerima itu. Bagaimana kondisi terakhir hubungan antara Serikat Pekerja dengan pihak manajemen.
Hingga sekarang, kondisinya sangat kondusif sekali. Para pihak melaksanakan kegiatannya sesuai dengan domain masing-masing yang tertuang dalam Perjanjian Kerja Bersama ( PKB ) yang dibuat ketika saya menjadi Kepala Biro Personalia beberapa waktu yang lalu. Point apa saja yang tertulis dalam PKB itu.
Ada kesepakatan kerja bersama antara manajemen dan serikat pekerja terutama dalam hak dan kewajiban para pihak. Kita telah melakukan penyempurnaan akhir 2006 lalu dan Bulan Desember 2006 sudah ditandatangani oleh para pihak kemudian di sahkan oleh Depnakertrans. Semua isinya memang sudah jelas disitu, mana domainnya tingkat pekerja, mana domainnya manajemen, dan mana domain yang kita miliki bersama. Jadi kita kembalikan saja kepada tugas dan fungsi masing-masing para pihak. Perjanjian Kerja Bersama ( PKB ) PT. Jamsostek ( Persero ) Periode Tahun 2006-2008 yang terdiri dari 16 Bab dan 96 pasal. Ada beberapa point penting sehingga terbentuknya PKB itu. Diantaranya untuk memperjelas hak-hak dan kewajiban perusahaan, karyawan dan serikat pekerja. Menetapkan syarat-syarat kerja dan kondisi kerja dalam perusahaan. Meningkatkan dan memperkokoh hubungan kerja dalam perusahaan. Mengatur penyelesaian, perbedaan, keluhan dan perselisihan. Menciptakan, memelihara dan meningkatkan disiplin serta hubungan industrial antara perusahaan, karyawan dan serikat pekerja. 
Sejauhmana tujuan yang hendak dicapai pascah ditanda-tanganinya PKB itu.
Untuk mencapai tujuan yang hendak dicapai, maka disadari, diyakini dan diakui bahwa, Pertama, pengelolaan jalanya perusahaan serta pengaturan terhadap karyawan merupakan hak dan kewajiban perusahaan, dimana perusahaan berhak mengharapkan peningkatan. Kedua, kemampuan kerja yang sebaik-baiknya dari karyawan. Tugas dan tanggung jawab serikat pekerja mewakili anggota-anggotanya, baik secara perorangan maupun bersama-sama dalam bidang, ketenagakerjaan dan setiap keluhan dari anggotanya yang disalurkan melalui serikat pekerja akan ditanggapi sebaik-baiknya oleh perusahaan. Ketiga, kesempatan akan meningkatkan kemampuan dan keterampilan merupakan hak setiap karyawan, dengan demikian kemampuan dan daya keterampilannya senantiasa dapat dikembangkan dalam rangka meningkatkan produksi dan produktivitas serta gaji untuk kesejahteraan karyawan dan keluarganya. Ke-empat, imbalan dan jaminan social serta jaminan kesehatan yang baik akan mendorong dan meningkatan gairah kerja pada karyawan guna mencapai sesuatu yang lebih baik dalam pekerjaannya. Berdasarkan pokok pikiran tersebut, untuk memahami dan menghayati tugas serta hak dan kewajiban masing-masing pihak, maka kedua belah pihak menyatakan telah bersepakat untuk secara bersama-sama merumuskan perjanjian kerja bersama ( PKB ) yang dijadikan pedoman dalam pelaksanaan tujuan sehari-hari. Apakah Anda optimis dengan adanya perjanjian ini.
Insyah Allah, saya optimis. Semuanya ini kita lakukan, tidak lain hanya untuk kemajuan perusahaan dalam meningkatkan kesejahteraan karyawan. Jadi kalau kita saling menghargai, kita bisa bersatu padu dalam kemitraan. Insya Allah untuk kedepannya akan berjalan lancar. Selanjutnya agar kemitraan itu berjalan dengan baik dan tidak terjadi miskomunikasi, saat ini kita juga sudah membentuk forum komunikasi antara manajemen dengan serikat pekerja. Dalam sebulan sekali forum ini mengadakan pertemuan untuk membahas agenda yang dianggap penting demi kemajuan perusahaan dan karyawan yang berjumlah 2.977 orang. |
Jakarta, VetOnews. Bicara apa adanya itulah yang terlihat pada sosok Drs. Mudaffar Sjah BcHk. Bila ngomong soal wawasan kebangsaan Sultan Ternate ini tidak perlu diragukan lagi. Darah biru yang mengalir ditubuh anggota komisi X DPR-RI ini, selalu mengundang decak kagum mendalam bagi orang yang melihatnya. Drs. Mudaffar Sjah BcHk yang juga duduk di Panitia Anggaran DPR-RI ini, dinilai banyak kalangan sebagai seorang tokoh yang sangat terkenal khususnya di Maluku Utara.
Teguh, salah seorang warga Maluku Utara yang tinggal di Jakarta menilai, Mudaffar Sjah adalah figure public yang mencerminkan seorang pemimpin masa depan yang baik, ?saya sangat kenal beliau, kami warga Maluku Utara minta kepada beliau untuk mencalonkan diri dalam pemilihan gubernur mendatang. Maluku Utara saat ini sangat membutuhkan beliau,? ungkapnya kepada VetOnews, hari Rabu ( 7/3-2007 ) di Jakarta. Seperti yang diberitakan media ini, Drs. Mudaffar Sjah BcHk menyatakan kesiapannya mengikuti pencalonan pilgub Provinsi Maluku Utara pada bulan September mendatang. Untuk mengetahui sejauhmana kesiapan dan apa saja yang akan dilakukannya dalam pecalonan tersebut, pada hari Rabu sore ( 7/3-2007 ) dibilangan Jakarta Pusat VetOnews berkesempatan melakukan wawancara dengan petikan sebagai berikut. Sebenarnya sejauhmana anda melihat perkembangan kemajuan bangsa ini dan bagaimana anda menyikapinya. Sederhana saja. Saya melihat negara belum menemukan system untuk bangsa ini dalam memberikan kesejahteraan, keadilan dan ketentraman kepada masyarakat. Saya pikir proses globalisasi tidak menentukan lagi. Hal yang menentukan adalah menciptakan suatu keadaan yang memungkinkan dimana manusia dapat berpikir bebas, kemudian mengarahkan manusia menjadi intreprenuer dan innovator yang unggul. Anda menyebutkan proses globalisasi tidak menentukan lagi. Apa ada perubahan nilai terhadap bangsa ini. Ya. Bila saya amati situasi bangsa saat ini, memang sedang terjadi perubahan nilai di segala bidang. Maka untuk mengatasi hal itu, ada beberapa langkah strategis yang akan saya lakukan bila saya terpilih dalam pemilihan gubernur ( Pilgub ) Provinsi Maluku Utara pada bulan September mendatang. Diantaranya saya akan berkonsentrasi dalam melaksanakan pembangunan pada sektor pengembangan Sumber Daya Manusia ( SDM ), kemudian melakukan optimalisasi pengelolaan Sumber Daya Alam ( SDA ) berlandaskan system nilai yang berlaku dan dihormati oleh masyarakat Maluku Utara sekarang ini. Mengapa anda berkonsentrasi kedua bidang itu. Karena merekalah akan menjadi penggerak utama proses transformasi masyarakat yang efisien untuk menjadi masyarakat yang makmur sejahtera dan tentram. Sekarang yang perlu dipertanyakan bagaimana untuk mensejahterakan bangsa ini? Menurut saya, manusia sejak lahirnya terus mengalami proses perubahan nilai. Maka yang perlu dilakukan adalah Pertama, mengerahkan proses transfer nilai budaya dan agama kepada seseorang, sehinggga terbentuk pribadi yang sopan, bermoral dan ber-etika yang baik. Kedua, meningkatkan pengetahuan tentang alam sekitarnya, di mana dia hidup sehingga dia bisa atau mampu berpikir bebas dalam arti bebas mengkritik dan bebas di kritik untuk memperbaiki hidupnya. Kemudian ?mampu membentuk nilai yang berguna bagi dirinya dan masyarakat. Dan Ketiga adalah, dapat memahami dan memiliki dasar ilmu pengetahuan dan teknologi yang di butuhkan, sehingga menjadi trampil dalam bidang tertentu. Contohnya seperti apa. Contohnya, apa yang selama ini di praktekkan oleh rakyat Maluku Utara terutama rakyat di desa-desa. Sejarah mencatat bahwa Maluku Utara dikenal sebagai daerah yang menghasilkan rempah-rempah misalnya buah pala, cengkeh dan kelapa. Buah Pala kalau sudah mulai berbuah tidak akan berhenti berbuah selama 35 tahun. Begitu juga kelapa, kalau sudah mulai berbuah tidak akan berhenti berbuah selama 60 tahun. Sedangkan Cengkeh hanya menghasilkan selama setahun sekali, tapi hasilnya luar biasa. Dari komoditas hasil pertanian tersebut diatas, Sejauhmana manfaatnya bagi masyarakat. Seperti buah Pala dapat memberikan hasil setiap hari sehingga kebutuhan harian akan selalu terpenuhi. Setelah empat bulan memenuhi kebutuhan harian dengan pala, masyarakat akan disibukan dengan hasil panen buah kelapa. Penghasilan dari buah kelapa ini bisa mencapai tiga kali lebih banyak dari hasil buah pala dan pada akhir tahun cengkeh memberikan hasil sebanyak 10 kali dari hasil pala dan kelapa dalam setahun. Dengan demikian, rakyat Maluku Utara setiap harinya ada penghasilan untuk hidupnya sepanjang masa. Jadi komoditas tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat. Sejak kapan masyarakat Maluku Utara mulai melakukan usaha pertanian ini. Tidak berlebihan tapi juga rakyat tidak berkekurangan. Hal ini dapat terlaksana oleh rakyat karena system mensejahterakan rakyat telah tercipta kurang lebih 400 tahun yang lalu. System ini dalam bahasa Ternate di sebut ?Bala Kuru Se Kamo-Kamo?, yang artinya adalah system multidimensi yang intinya dimensi demokrasi politik dan demokrasi ekonomi. Apa tujuannya menggunakan sistem Bala Kuru Se Kamo-Kamo. Rakyat Maluku Utara hingga saat ini senantiasa melaksanakan dan meningkatkan pengetahuan tentang ekonomi kerakyatan. Hasilnya memang dirasakan sekarang, dimana rakyat ternyata lebih cerdas dalam mensiasati bagaimana meningkatkan kesejahteraan ekonominya. Adapun maksud dan tujuan yang ingin dicapai dengan menggunakan system Bala Kuru Se Kamo-Kamo adalah rakyat yang harus menjadi konglomerat, bukan pribadi atau golongan. |
Jakarta, VetOnews. Greenpeace menilai praktek illegal logging yang merajalela sejak tahun 1998 hingga sekarang adalah salah satu penyebab rusaknya hutan Indonesia, kemudian penyebab lain hingga tingkat degradasi sumberdaya hutan makin lama semakin menurun adalah praktik negative ( salah urus, red ) yang ditunjukan oleh Hak Pengusahaan Hutan (HPH ).
Berdasarkan investigasi yang dilakukan dilapangan, ditemukan banyak kinerja HPH amburadul. Juru kampanye hutan regional Asia Tenggara Greenpeace Hapsoro kepada VetOnews mengatakan, bahwa dari hasil investigasi yang dilakukannya ditemukan HPH adalah sebagai salah satu penyebab rusaknya hutan Indonesia, oleh karena itu Greenpeace mendesak pemerintah dalam hal ini Menteri kehutanan untuk segera mencabut izin HPH yang sedang berjalan masa konsesinya. Sejauhmana pandangan Greenpeace terhadap pembangunan kehutanan selama ini, berikut petikan wawancara singkat yang dilakukan pada hari Rabu ( 20/12 ) di Jakarta.
Apa tanggapan ?anda terhadap pembangunan sektor kehutanan selama ini.
Ya, kalau pembangunan kehutanan, menurut saya sebetulnya masih belum melihat seperti apa pembangunan yang diinginkan oleh pemerintah disektor kehutanan. Saya kira yang ada hanya pembangunan kehutanan lebih mengarah kepada exploitasi hutan secara terus menerus, sedangkan upaya untuk merehabilitasinya masih sebatas seremonial.
Kok bisa begitu? Sebenarnya apa yang terjadi.
Yang pasti kondisi hutan kita sudah rusak, Dephut tidak pernah menunjukkan keberhasilan dalam melakukan rehabilitasi hutan. Sampai sejauh ini, hutan kita semakin memburuk. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Dephut sendiri bahwa ada 2,8 juta hektar hutan telah rusak setiap tahunnya, walaupun itu angka yang dinyatakan oleh pemerintah tahun lalu.
Selama 30 tahun, sejak semasa pemerintahan Presiden Soeharto hingga sekarang, banyak sekali cukong kayu dengan mudah memperoleh ijin HPH. Merekapun dengan sesukahati membabat kayu. Hal ini menjadi bencana rusaknya hutan, sampai sekarang tetap terus terjadi. Hutan alampun dirubah fungsinya menjadi perkebunan besar kelapa sawit, industri kayu ( sawmil ) liar tumbuh bagaikan jamur yang dihiyasi dengan praktek Illegal logging. Kejadian demi kejadian itu memperparah rusaknya hutan Indonesia.
Selain rusaknya hutan Indonesia, apakah anda sudah menghitung berapa banyak kerugian yang dialami oleh Negara.
Rusaknya hutan itu tidak hanya terjadi dihutan produksi tapi juga terjadi dikawasan konservasi dan hutan lindung. Pemerintah ( dephut, red ) bilang kerugian sampai 44 triliun pertahun akibat yang ditimbulkan oleh paktik illegal logging. Yang legal pun sebetulnya melakukan Illegalitas. Sebut saja HPH, belum tentu HPH itu dikatakan Illegal. Artinya HPH itu berusaha secara legal tapi prakteknya illegal.
Apa komentar anda terhadap pemberantasan Illegal Logging yang dilakukan oleh Dephut.
Upaya dephut untuk melakukan pemberantasan Illegal Logging saat ini kelihatannya memang agak lebih serius di banding bebarapa tahun belakangan. Keberhasilan Dephut yang dikomandoi oleh MS Kaban selaku Menteri kehutanan dalam rangka pemberantasan illegal logging cukup bagus. Kelangkaan bahan baku berupa kayu yang berasal hutan alam, adalah salah bukti keberhasilan MS Kaban meredam praktek illegal logging. Selain itu banyak pelaku Illegall Logging yang tertangkap oleh aparat, walaupun ada juga pelakunya dihukum terlalu ringan bahkan ada bebas murni dengan alasan bukti belum cukup. Nemun sangat disayangkan, saya menilai Dephut terlalu dingin untuk bertindak tegas terhadap HPH yang melakukan praktek illegal seperti melakukan penebangan diluar blok. Sekali lagi, Greenpeace akan terus mendesak Menhut untuk mencabut ijin HPH. Karena kondisi hutan sudah rusak parah, terutama hutan alam. |
Jakarta, VetOnews. Harus diakui kondisi hutan Indonesia saat ini dalam keadaan rusak. Kerusakan hutan yang parah itu, dari hari ke hari semakin melebar saja. Memang tak bisa dipungkiri lagi, akibat pembalakan liar yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, merupakan sebagai salah satu penyebab yang mempunyai andil besar rusaknya hutan Indonesia.
Demikian yang dikatakan oleh Anggota Dewan Pembina BirdLife Indonesia DR. Dipl.Biol. Boedi Mranata ketika ditemui oleh wartawan VetOnews di kediamannya yang asri dibilangan Jakarta Selatan, Sabtu Petang ( 8/ 12 ) di Jakarta. Pria yang berasal dari Banyuwangi Jawa Timur ini, menyesalkan tindakan yang dilakukan oleh segelintir oknum yang ingin menikmati kepentingan sesaat tanpa memikirkan akibat yang ditimbulkan sehingga anak cucu kita akan sengsara. Bicara apa adanya, dan agak terkesan serius tapi santai, memang terlihat pada sosok Bapak beranak tiga ini. Dia pun, sebenarnya bukanlah ahli kehutanan. Tetapi, pegusaha sukses ini adalah lulusan Doktor ahli dibidang perikanan yang diperolehnya pada Tahun 1983 di Hamburg University Negara German. Bergabung di NGO ( Non Government Organitation ) BirdLife Indonesia sejak Tahun 2003 sebagai Dewan Pembina. Dengan didukung Yayasan Konservasi Hutan Indonesia ( KEHI ) yang merupakan inisiatif bersama dari konsorsium BirdLife, terdiri dari BirdLife Indonesia, Royal Society For Protection Of Bird ( RSPD ) dan BirdLife International, mengayomi PT. Restorasi Ekosistem Indonesia ( REKI ) sebagai pemenang lelang dalam proyek restorasi ekosistem hutan produksi eks PT. Inhutani V di Provinsi Sumsel dan Jambi seluas 101.355 hektar. Kalau berbicara soal gonjang ganjing kondisi hutan Indonesia, Pak Boedi yang biasa disapa ini, sangat piawai dan nyambung mengupas tentang pembangunan hutan kedepan. Bahkan, Pria yang berumur 54 tahun silam ini, mampu memberikan solusi bagaimana mengelolah hutan yang baik, lestari dan berkelanjutan. Untuk mengetahui apa saja yang akan dilakukan oleh BirdLife Indonesia terhadap pembangunan kehutanan di Indonesia, berikut petikan wawancaranya sebagai berikut. ? Apa ?pendapat anda tentang kondisi hutan Indonesia saat ini
? Berawal dari keprihatinan kita semua, bukan hanya hutan di Indonesia saja tapi di seluruh dunia. Hutan pada gundul, kayunya di tebangi dan di habisi sehingga menurut data statistik laju tingkat degradasi hutan kita mencapai jutaan hektar setiap tahunnya. Fungsi hutanya sudah banyak berubah menjadi kebun sawit dan sebagainya. Kalau dilihat dari sudut pandang ekologi, kondisi ini lama-lama bisa merusak lima tatanan kehidupan mahluk dimuka bumi ini. Apabila hutan habis ditebangi temperaturnya bisa naik setiap tahunnya. Sampai suatu ketika, kondisinyanya bisa menjadi tidak nyaman Saya melihat kalau kondisi ini dibiarkan terus menerus akan mengakibatkan anak cucu kita menderita. Kita ambil inisiatif untuk bagaimana memperbaiki hutan yang sudah rusak dengan melakukan restorasi ekosistem hutan tanpa melakukan penebangan kayu.? ? ? ? Upaya apa yang anda lakukan ? Sebetulnya kita hidup sebagai manusia, menurut biologi ada binatang, ada tumbuh-tumbuhan. Kalau tumbuhannya atau pohon-pohonnya di rusak atau habis, tentunya sebagian binatang juga habis dan kalau sebagian binatangnya sudah habis, hanya tinggal manusianya saja yang berkembang. Nanti akhirnya kita tidak punya teman, kita hidup sendirian tidak ada hutan dan hutannya rusak jadi binatangnya juga rusak. Hal ini yang kita coba pikirkan karena melihat semua system yang ada sekarang dalam keadaan terancam kelangsungan hidupnya. Dari sini kita ambil inisiatif , kita terus melakukan penelitian dan kajian yang mendalam, kita bentuk tim untuk mewujudkan system pengelolaan hutan yang lestari. Memang pemerintah punya hutan lindung atau kawasan konservasi. Ini pun sebetulnya tidak semuanya utuh. Tim kita sudah melakukan survey, hasilnya cukup mengejutkan dimana kondisi hutan-hutan tersebut sangat memprihatinkan. Sebagian besar kondisi hutanya pada rusak. ? Belum lama ni, Dephut menyatakan PT. Restorasi Ekosistem Indonesia dinyatakan pemenang dalam proyek restorasi ekosistem hutan produksi. Bagaimana ceritanya.
? Sebagai orang yang di luar pemerintah ( NGO, red ), kita mikir untuk bisa berbuat apa. Sebetulnya ide awalnya dari pak Sukianto dan teman-teman, yang akhirnya mereka mikir, mestinya harus ada suatu kerjasama Internasional yang baik sehingga Indonesia bisa membuat suatu proyek yang besar sekali dan mungkin menjadi contoh Internasional. Dari sudut pandang itu mereka menanggapi ide ini. Karena melihat ide ini bagus, setelah menyatukan visi dan misi, baru kita buat suatu penelitian di mana letaknya yang paling cocok. Kita bandingi sekarang, kita lihat tentunya di Indonesia ini dari Sumatera, Jawa, Kalimantan sampai Irian Barat. Menurut data Internasional, yang paling kaya itu hutan Sumatera, di daerah ini ada hutan dataran tinggi dan rendah. Hutan yang paling kaya adalah hutan dataran rendah, jadi dari 600 lebih jenis burung di seluruh Sumatera itu, 400 lebih ada di daerah hutan dataran rendah. Dari sudut pandang ini, kita cari lagi daerah mana sekarang yang masih ada hutannya, kita mulai dari atas yaitu Aceh, Sumut, Riau, Sumbar, Bengkulu, Sumsel, Jambi dan Lampung. Kebetulan ada hutan di daerah dataran rendah di Sumsel dan Jambi yaitu hutan produksi eks PT. Inhutani V dan areal HPH ASIA Log ini yang masih relatif lebih bagus di bandingi daerah lainnya. Memang daerah ini milik HPH, tapi HPH ini kita bisa ngelolah kalau izinnya sudah habis masanya dan di alihkan ke kita, kita buatkan hutan kembali. Dari situ akhirnya kita buat suatu negosiasi yang cukup panjang dengan teman-teman luar negeri, dan kita sendiri sudah berulangkali melakukan dialog dengan INHUTANI V. Akhirnya kita dalam hal ini PT. Reki akan merestorasi hutan tersebut dengan luas totalnya 101.355 Hektar.
? Dari hasil investigasi kami dilapangan, menyebutkan daerah tersebut rentan dengan pembalak liar dan kegiatan ini sudah membumi bagi masyarakat disana. Bagaimana anda menghadapi persoalan ini. ? Memang pembalak liar ini sesuatu yang sudah ada dari lama, kita sendiri tentunya akan mencegahnya agar upaya mereka semakin sedikit. ?Mereka malakukan pembalakan secara liar tentu ada sebabnya. Kita akan berusaha cari tahu apa penyebabnya,? mungkin saja kegiatan ini sudah terorganisasi dengan baik,? namun demikian kita akan mencoba melakukan berbagai upaya penyadaran agar mereka tidak lagi melakukan pembalakan secara liar. Dan tentu saja kia akan memberikan solusi yang menguntungkan kedua belah pihak.? kita mencari jalan keluar yang lebih elegan sehingga mereka juga bisa hidup kita juga aman. Mereka mungkin juga bisa menjaga hutan dengan pendapatan yang lain tidak mesti harus dengan pembalakan kayu secara liar, seperti pamanfaatan rotan, jernang dan lain-lain.
? Hutan seluas 101.355 hektar sangat besar, apalagi luasan hutan itu terbagi dalam dua Provinsi yaitu Sumsel dan Jambi. Sudah barang tentu ciri khas pembalak liar sangat berbeda-beda. Bagaimana anda mengatasinya ? Mungkin saja pembalak liar ini berasal dari pendatang dan bukan penduduk setempat, mungkin juga mereka hanya ambil kayunya lalu mereka pergi atau mungkin saja merka langsung menempati lahannya. Untuk menghadapi mereka itu semua, harus ada kompromi untuk mereka yang memang hidupnya pas-pasan. Dari luas lahan 101.355 Hektar, tentunya harus kita bagi zona-zona khusus untuk bisa berbagi dengan mereka, tetapi bagi petani karet yang sudah lama bermukim disana, kita akan bantu mereka untuk meningkatkan kesejahteraannya agar lebih baik. Kita mengharapkan adanya kerjasama timbal balik dari para petani setempat, mereka ikut menjaga hutan itu. Silakan saja mereka bekerja tapi masuk ruangnya harus ada suatu pengawasan terpadu dengan kita, sehingga mereka kalau masuk memang menjaga karet bukan menebang pohon,?iya harus ada suatu kompromi dimana mereka sama kita saling menguntungkan,?. ? Mengapa? anda melakukan restorasi ekosistem hutan di areal hutan produksi, kenapa tidak dihutan kawasan koservasi atau hutan lindung.
? Sebetulnya kalau hutan lindung atau kawasan hutan konservasi, memang tujuannya untuk dilindungi, tetapi total luasan areal hutan tersebut di Indonesia relatif kecil. Kalau kita sekarang hanya mengandalkan hutan konservasi dan hutan lindung kenyataannya juga mungkin tidak meluas, sedangkan yang kita mau kawasan hutan yang sangat luas? dan satu hamparan. Walaupun areal hutan yang akan kita restorasi cukup luas, yang jelas dalam prakternya nanti kita tidak akan melakukan penebangan kayu dan tidak ada pihak lain akan dirugikan akibat kegiatan ini. Kita juga menilai bahwa kondisi hutan di areal eks HPH banyak yang rusak, tugas kita ingin hutan tersebut akan kita pulihkan kembali sedemikian rupa sehingga menjadi vital. Memang harus diakui, hasilnya akan ketahuan dalam jangka waktu panjang yakni 20 tahun dan 50 tahun kedepan. Tapi kita punya waktu, yang penting kita mulai start duluan, kalau kita bahayanya semua bisa terlambat. Paling susah adalah dari diri kita sendiri, kalau kita punya ide konservasi,? konserfasi yang bagaimana,? menurut kita konservasi yang layak adalah gimana hutan itu tidak di tebang pohonnya ?sehingga kembali seperti hutan semula. ? Berapa dana yang akan anda investasikan dalam melakukan restorasi ekosistem hutan
? Kita sudah anggarkan dana sebesar Rp. 160 miliyar untuk jangka waktu 20 tahun mendatang. Dana sebesar itu akan kita alokasi sesuai dengan konsep progam yang sudah kita tetapkan terutama untuk melakukan pemberdayaan masyarakat yang tinggal disekitar hutan. Konsep-konsep itu akan kita bagi dalam zona-zona sedemikian rupa sehingga semua komponen akan ternaungi. Dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang hidup disekitar hutan, kita akan berikan mereka satu peluang usaha yang berkelanjutan sehingga kebiasan mereka untuk menebang kayu diharapkan akan ditinggalkan. Selain itu, kita juga akan mengakomodir kepentingan usaha bagi petani karet agar hasil usaha kebunnya lebih baik. Dan kita juga akan bantu bagi peladang berpindah-pindah sehingga mereka akan menetap untuk mengusahakan satu jenis usaha yang kita ciptakan dari komoditas sumberdaya hutan seperti rotan, jernang, lebah madu dan jenis tanaman yang mungkin bisa jadi resep obat. Pendek kata, kita ingin kegiatan ini berjalan mulus agar restorasi ekosistem yang kita inginkan, berjalan sesuai dengan konsep. ? Dana anggaran Rp. 160 miliyar, cukup besar. Benefit apa yang akan anda peroleh ? Bicara soal benefit akan ketahuan 20 tahun lagi. Yang pasti misi kita bukan profit motif tapi banyak dititik beratkan ke ekologinya. Restorasi ekosistem hutan produksi kental dengan usaha-usaha konservasi, agar hutan terlindungi dengan baik dan benar. Dalam perjalannya nanti, kita yakin kedepan banyak sekali peluang bisnis usaha yang dapat mendatang uang tanpa menebang kayu. Kalau hutannya bagus, dengan sendirinya kita dapat menghasilkan CO2 dan produk ini sangat besar peminatnya diluar negeri, harganya cukup bagus dipasar internasional. Areal hutan seluas 101.355 hektar, banyak terdapat macam ragamnya hayati, segala macam di situ. Kita harus keluarkan seluruh ide-ide yang ada yang penting jangan merusak hutan dan itu menjadi contoh yang baik. Suatu ketika pasti banyak orang di Indonesia yang mempunyai hati nurani dalam arti hutan harus di kelolah dengan baik.? Hal ini dilakukan untuk anak keturunan kita, contohnya kalau besok suatu ketika ozonnya sudah bocor, napas saja mesti susah, ngap-ngapan. Apa kita tidak berpikir untuk menyelamatkan bumi secara keseluruhan. Penyelamatan bumi yang pertama itu memang banyak, tapi salah satunya penyelamatan hutan, jadi hal ini yang penting sekali harus dikerjai bersamaan. Memang kita sadar bahwa banyak sekali urusannya dan problem-problemnya, dan banyak juga yang mungkin menentang gerakan ini dalam arti mungkin sulit dikerjai, tidak ada hasilnya ?lebih baik tanam saja kelapa sawit? pendapat mereka sah-sah saja. |
|
|